Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand Mau Daftarkan Kebaya ke UNESCO


Jakarta

Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand akan mendaftarkan kebaya sebagai warisan UNESCO. Kebaya sendiri dikenal sebagai busana nasional Indonesia.

Melalui Dewan Warisan Nasional Singapura (NHB), kebaya akan diajukan sebagai nominasi multinasional untuk Daftar Warisan Budaya UNESCO. Bersama tiga negara lainnya, Singapura akan mengajukan penawaran pada Maret 2023.

Lantas, muncul pertanyaan mengapa Indonesia tidak ikut? Kebaya sendiri dikenal sebagai pakaian adat yang sering dikenakan oleh wanita Indonesia. Melihat hal itu, Menlu Sandiaga Uno ingin Indonesia bergabung dengan Singapura dalam mendaftarkan kebaya ke UNESCO.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sebagai pakaian yang sering dikenakan oleh wanita Indonesia, kebaya memiliki makna yang dalam. Untuk lebih mengenal kebaya, berikut 5 fakta tentang kebaya yang perlu kamu ketahui:

1. Kebaya adalah pakaian adat

Keterangan: Arumi Bachsin mengenakan kebaya dalam parade Kebaya Goes to UNESCO, Solo, Minggu (2/10/2022). Foto: dok. Instagram/@arumibachsin_94

Mengutip Kamus Mode, kebaya adalah busana tradisional wanita Indonesia berupa blus lengan panjang atau atasan dengan bukaan di bagian depan.

Kebaya terbuat dari berbagai bahan dengan berbagai model. Selain itu, panjangnya juga beragam mulai dari yang pendek hingga pinggul hingga lutut bahkan betis.

Kebaya dipadukan dengan kain sarung atau kain panjang yang dililitkan dari pinggang hingga mata kaki.

2. Tidak hanya digunakan oleh orang Jawa

kebaya ayunda Foto: Instagram @maudyayunda

Berdasarkan catatan sejarah, kebaya tidak hanya dikenakan oleh wanita Jawa tetapi juga oleh wanita lain, termasuk Belanda dan campuran Belanda yang tinggal di Jawa.

Dalam buku Penampilan Luar: tren, identitas, minat, bagi perempuan Jawa, kebaya menjadi penanda perbedaan kelas dan status antara bangsawan dan rakyat biasa. Itu bisa dilihat dari tekstil dan kain di bawahnya.

Bagi wanita Jawa, kebaya dikenakan tanpa renda dan berwarna selain putih. Adapun wanita Belanda, mereka berkulit putih dan berenda.

3. Telah menjadi simbol anti kolonialisme

Pada masa menjelang kemerdekaan, kebaya menjadi simbol kebangkitan nasionalisme Indonesia. Wanita Jawa yang memakai kebaya menunjukkan bahwa mereka anti kolonial.

4. Kebaya sebagai pakaian nasional

Seorang putri Indonesia dalam balutan busana sempena HUT RI ke-77. Foto: Instagram/@officialputeriindonesia

Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, kebaya dijadikan pakaian nasional. Kebaya adalah identitas budaya nasional Indonesia. Kebaya juga digunakan sebagai media perlawanan Indonesia terhadap budaya Barat.

5. Penampilan berbagai model kebaya

Pada era reformasi, bentuk dan fungsi kebaya mengalami perubahan. Berbekal semangat demokrasi, model kebaya mulai bervariasi dan meninggalkan standar.

Perubahan ini hadir dengan lahirnya desainer yang mengusung tema kebaya modern. Model kebaya bisa disesuaikan agar lebih tertutup menurut ajaran Islam, namun ada juga yang benar-benar mengeksplorasi keindahan tubuh wanita dengan menonjolkan lekuk tubuh.

Simak Video “Makna Kebaya di Mata Dian Sastrowardoyo”
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)