Ada yang Beda di Aturan PPKM soal Makan di Resto-Mal, Catat Perubahannya


Jakarta

Dirjen Bina Pemerintahan Daerah, Safrizal mengungkapkan ada beberapa perubahan Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berlaku selama dua minggu, hingga 5 Desember. Salah satunya terkait syarat atau ketentuan pengoperasian pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat makan lainnya.

Aturan sebelumnya membatasi waktu makan di tempat umum seperti warteg hingga restoran maksimal pukul 22.00 WIB dengan kapasitas 100 persen. Sedangkan tempat makan yang mulai beroperasi dari pukul 18:00 WIB diperbolehkan hingga pukul 02:00 dini hari.

Sementara itu, aturan ini telah dihapuskan. Pengaturan teknis jam operasional diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing, dengan protokol kesehatan yang ketat dan penggunaan PeduliLindungi.

“Dalam pelaksanaan PPKM kali ini tidak ada perubahan yang signifikan dimana seluruh kabupaten/kota sudah masuk PPKM Tingkat 1. Adanya perubahan jam operasional restoran/restoran/kafe/warteg yang semula dibatasi jam operasional di daerah tersebut . Mendagri Nomor 49 Tahun 2022 yang di dalamnya ditetapkan jam operasional akan diperpanjang oleh pemerintah daerah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Safrizal dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (22/11/2022).

Informasi jam operasional juga tidak ditemukan dalam peraturan terbaru Menteri Dalam Negeri terkait kegiatan di pusat perbelanjaan dan bioskop. Relaksasi regulasi lainnya adalah pencabutan pembatasan layanan administrasi perkantoran maksimal 75 persen, sehingga seluruh aktivitas perkantoran dapat berjalan normal.

Pemerintah hanya memperketat aturan saat nonton bareng Piala Dunia untuk mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19.

“Pelaksanaan PPKM kali ini bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2022, melihat euforia masyarakat yang begitu besar sehingga pemerintah memandang perlu untuk melakukan penataan terkait kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2022,” lanjut Safrizal.

Simak Video “Pakar: Tingkat PPKM Jadi Payung Strategi Protokol Kesehatan”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)