5 Ciri-ciri Perawan yang Ternyata Cuma Mitos!


Jakarta

Hubungan seksual merupakan momen penting bagi pasangan. Ini hanya bisa terjadi sebagai cara bagi mereka untuk menghabiskan waktu setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga, mereka akan berusaha memberikan penampilan terbaik saat bercinta.

Meski begitu, praktis ada kemungkinan semua persiapan itu tidak berjalan mulus. Terkadang ada beberapa hal yang membuat momen intim tersebut menjadi canggung. Bagi wanita, hal ini dapat menyebabkan mereka merasa malu dan tidak percaya diri untuk melanjutkan hubungan seksual. Berikut beberapa hal aneh yang mungkin dialami oleh vagina Anda yang ternyata normal, disarikan dari Romper.

1. Kejang

Kejang adalah kontraksi tiba-tiba dari satu atau lebih otot. Vagina tanpa sadar bisa kejang saat berhubungan seks. Meski tidak selalu, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini bisa terjadi saat berhubungan badan dan terkena dinding vagina, wanita bisa tersentak hingga kejang.

2. Tidak buang air kecil

Beberapa wanita mungkin merasakan keinginan untuk buang air kecil saat berhubungan seksual. Tapi bagi yang tidak mengalaminya, itu bukan masalah besar. Wanita mungkin mengalami ejakulasi wanita atau sekresi dari kelenjar paraurethral. Jadi jangan panik, ini mungkin sedikit aneh dan janggal, tapi itu normal.

3. Bengkak

Vagina bisa membengkak dan memanjang saat berhubungan seksual. Saat wanita mulai terangsang, rahim akan tertarik ke atas dan memanjangkan dinding vagina. Ini adalah penyebab hubungan penetrasi.

4. Perubahan warna labia

Perubahan ini bisa terjadi karena adanya aliran darah ke vagina. Saat terangsang, tidak hanya bibir vagina yang membengkak, tapi labia wanita juga bisa berubah warna. Setiap wanita akan memiliki warna dan ukuran labia yang berbeda saat berhubungan intim. Ini tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan efek samping dari seks vaginal.

5. Klitoris Tak Terlihat

Pada beberapa orang, klitoris tidak bisa terlihat saat berhubungan seks. Ini terjadi ketika mereka mendekati klimaks. Darah yang keluar dari rangsangan seksual memenuhi klitoris dan saat klimaks semuanya berubah karena klitoris menarik tulang kemaluan dan membuatnya sulit ditemukan.

Simak video “Cegah Cacar Monyet, WHO Ajak Masyarakat Hindari Seks Bebas”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)