liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Cuma Rp 2.000! Ini Nasi Jinggo Termurah dengan Tujuan Mulia di Karangasem


Karangasem

Nasi jinggo murah biasanya dijual Rp 5.000, tapi di lokasi ini lebih murah Rp 2.000. Nasi jinggo juga dijual dengan tujuan murni untuk membantu orang.

Nasi jinggo adalah masakan khas Bali yang mirip dengan nasi kucing di Yogyakarta. Nasi dalam porsi kecil ini dibungkus dengan daun pisang dan di atasnya diberi berbagai lauk pauk seperti ayam bakar, potongan tempe, mi goreng, serundeng, dan sambal.

Sekarang di Bali, nasi jeruk dijual rata-rata Rp 5.000, tapi di Karangasem ada Nasi Jinggo yang paling murah. Harganya hanya Rp 2.000 saja. Pantas saja selalu laris setiap harinya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Nasi Jinggo hanya dijual setiap hari Jumat hingga akhir tahun 2022. Lokasi penjualnya berada di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Desa Subagan, Kecamatan Karangasem dan Kabupaten, Bali.

Sama seperti Nasi Kucing, Nasi Jinggo populer di Bali. Foto: detikfood

Penjual Nasi Jinggo Rp 2.000 per bungkus bernama I Putu Gede Mahendra Giri. Ia mengaku melakukannya sebagai tanda terima kasih atas kelancaran usaha yang digelutinya selama ini.

Selain itu, 1.000 anak tangga menuju Pura Lempuyang Luhur yang digagasnya kini mencapai 1.100 anak tangga, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin sembahyang melalui jalur timur.

“Aku sengaja membelinya nasi jeruk harganya Rp 5.000 per bungkus dari pedagang dan saya jual kembali seharga Rp 2.000 per bungkus,” kata Mahendra Giri, Jumat (12/9/2022).

Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat hingga akhir tahun 2022 dengan total penjualan sebanyak 100 bungkus. Dalam waktu 2 jam semua Nasi Jinggo habis terjual, dan orang-orang yang ingin mendapatkan Nasi Jinggo dengan harga murah diserbu.

“Saya sengaja tidak menggratiskan nasi jinggo, karena kalau digratiskan pasti ada rebutan. Karena masyarakat akan lebih menghargai jika membelinya dengan harga yang terjangkau,” kata Mahendra Giri.

Meski masakannya sederhana, Nasi Jinggo selalu dicari. Foto: Getty Images/iStockphoto/antoshkaphoto

Mahendra Giri mengatakan, pembeli juga dibatasi, hanya diperbolehkan membeli dua bungkus per orang. Hal ini dilakukan agar lebih banyak orang yang bisa menikmati nasi jinggo dengan harga murah tersebut.

“Karena kalau tidak dibatasi satu orang bisa beli banyak sedangkan yang disediakan terbatas, tentu hanya beberapa orang saja yang bisa menikmatinya,” ujar Mahendra Giri.

Selain itu, jika stok nasi jinggo masih ada dan kebetulan ada warga yang tergolong kurang mampu lewat, maka nasi jinggo akan diberikan secara gratis. Semua orang bisa menikmati nasi.

Salah seorang pembeli, Cokorda, istri Komala Dewi mengaku puas dengan nasi jinggo Rp 2.000 per bungkus, meski hanya diperbolehkan membeli maksimal dua bungkus. Selain harganya terjangkau, rasanya juga enak karena juga sudah pernah beli sebelumnya.

“Saya berharap bisa menjual lebih banyak nasi jeruk dengan harga semurah itu, rasanya enak,” kata Dewi.

Tonton Video “Sambal Nasi Jeruk Pedas Belut di Bali”
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)