Rudy Salam Sempat 7 Tahun Depresi Sebelum Meninggal, Inikah Penyebabnya?


Jakarta

Aktor selebriti sekaligus kakak dari Roy Martin, Rudy Salam, meninggal dunia di usia 73 tahun, Jumat (18/11/2022) lalu. Sebelum meninggal, pria kelahiran 1948 ini sudah lama menderita depresi. Hal itu diungkapkan langsung oleh istri Rudy, Marina Gardena.

“Dia sebenarnya sudah depresi selama tujuh tahun. Dia tidak bisa jalan lagi, dia hanya diam di rumah. Kalau kamu bilang dia sakit, kamu benar,” kata Marina Gardena di rumah almarhumah, Jumat (18/11).

Hingga saat ini, tidak ada satu pun keluarga yang mengetahui apa yang memicu depresi Rudy Salam. Bahkan, sang istri bercerita kepada Rudy Salam bahwa dirinya adalah seorang introvert dan tidak banyak bicara tentang penyakitnya. Meski begitu, dia menyadari bahwa suaminya masih seorang pelawak.

“Dia sebenarnya sudah depresi selama tujuh tahun. Dia tidak bisa berjalan lagi, dia hanya di rumah. Kalau kamu bilang dia sakit, kamu benar,” lanjutnya.

Penyebab Depresi

Depresi adalah salah satu gangguan psikologis yang berhubungan dengan perubahan suasana hati. Hal ini dapat ditandai dengan perasaan sedih, marah, dan depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Orang dengan depresi biasanya memiliki perasaan membenci diri sendiri dan merasa tidak berharga. Hal ini tentu saja berbeda dengan rasa duka yang muncul akibat peristiwa traumatis.

Depresi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

Tingkat kimia otak yang tidak stabil. Zat ini mengatur suasana hati, berpikir, tidur, nafsu makan dan perilaku pada penderita depresi. Tingkat hormon. Perubahan hormon wanita estrogen dan progesteron selama periode waktu yang berbeda, misalnya siklus menstruasi, periode postpartum, perimenopause atau menopause. Riwayat kesehatan keluarga. Seseorang berisiko lebih tinggi mengalami depresi jika mereka memiliki riwayat keluarga depresi atau gangguan mood lainnya. Trauma masa kecil. Beberapa peristiwa memengaruhi cara tubuh bereaksi terhadap situasi ketakutan dan stres Struktur otak. Ada risiko depresi yang lebih besar jika lobus frontal otak kurang aktif. Namun, para ilmuwan tidak mengetahui apakah ini terjadi sebelum atau setelah timbulnya gejala depresi. Kondisi tertentu, seperti penyakit kronis, insomnia, sakit kronis, penyakit Parkinson, stroke, serangan jantung, dan kanker, dapat menempatkan seseorang pada level yang lebih tinggi. risiko depresi. penyalahgunaan zat atau alkohol. Orang yang mengalami sakit fisik atau emosional kronis untuk jangka waktu yang lama lebih mungkin menderita depresi.

Simak video “Top 5: #RIPTwitter yang menyadarkan dunia media sosial hingga polio mewabah”
[Gambas:Video 20detik]
(suk/suk)