Fakta-fakta 'Berpuasa Sampai Mati' Dikaitkan Geger Keluarga Tewas di Kalideres


Jakarta

Kasus satu keluarga yang meninggal ‘kering’ saat rumahnya dikurung di Kalideres masih menjadi misteri. Kini polisi sedang melakukan otopsi terhadap keempat jenazah keluarga tersebut. Kabarnya, tim medis forensik memeriksa kandungan feses di dalam tubuh.

“Misalnya kemarin berdasarkan keterangan medis forensik, kita menemukan feses,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta dikutip dari detikNews, Kamis (24/11/2018). 2022).

“Kita harus hati-hati dengan isi laboratorium ini, kita harus cek lagi,” lanjut Hengki. Tegasnya, hasil pemeriksaan feses kemudian akan digunakan untuk menentukan penyebab kematian korban.

Dokter forensik Universitas Indonesia, Dr Ade Firmansyah menjelaskan, pemeriksaan feses pada proses visum bertujuan untuk mengetahui makanan apa yang dimakan almarhum.

“Wajah adalah sisa-sisa makanan. Sehingga menunjukkan ada makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia. Biasanya manusia akan mengeluarkan feses dalam waktu 24-72 jam,” jelas dr Ade pada detik.com, Kamis (24/11).

“Mengetahui apa saja komponen feses dapat memberikan petunjuk tentang makanan yang dimakan orang tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut Dr Ade menjelaskan bahwa mayat yang membusuk umumnya memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dalam proses identifikasinya.

“Mayat yang membusuk memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik dalam mengidentifikasi, mencari bukti kekerasan atau tidak, maupun menentukan penyebab kematiannya,” pungkas Dr Ade.

Simak Video “Menkes Sebut Banyak Pasien Covid-19 Bukan Penguat”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)