Gurih Pedas Nampol, Keunikan Kuliner Jawa Timur yang Bikin Kangen


Jakarta

masakan Jawa Banyak yang diidentikkan dengan rasa manis. Namun berbeda dengan Provinsi Jawa Timur yang masakannya memiliki cita rasa pedas, asin dan pedas.

Jawa Timur merupakan provinsi terbesar di Pulau Jawa. Luas wilayahnya sekitar 47.922 km persegi dan jumlah penduduk diperkirakan sekitar 41,14 juta jiwa, lapor Databoks Katadata (10/10/22).

Dikutip dari Jatimprov.go, Jawa Timur secara administratif terbagi menjadi 29 kabupaten dan 9 kota. Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kabupaten dan kota terbanyak di Indonesia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Mulai dari Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto, Kediri, Jombang, Lamongan, Malang, Pasuruan dan lain-lain dengan Surabaya sebagai ibukota daerahnya.

Baca Juga: Nama Makanan di Jawa Timur dan Jabodetabek yang Membingungkan

Rawon adalah salah satu masakan kuliner paling populer di Jawa Timur. Foto: iStock

Karena banyak kabupaten di Jawa Timur, masakannya juga bervariasi. Setiap daerah di Jawa Timur tentunya memiliki keunikan kulinernya masing-masing.

Secara keseluruhan masakan Jawa Timur memiliki cita rasa pedas dan asin. Seperti di daerah Surabaya misalnya. Umumnya masakan di daerah itu menggunakan tempe dan petis untuk memperkaya cita rasa.

Petis adalah petis yang terbuat dari olahan ikan atau udang yang dimasak hingga airnya habis. Nah, hasil akhirnya seperti pasta kental dengan warna hitam pekat.

Beberapa masakan Jawa Timur yang menggunakan petis antara lain rujak cingur, tahu tek, kue kerang, tahu campur, lontong lumba dan lain-lain. Pemberian terasi ini membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Oleh-Oleh Makanan Khas Blitar, Dijamin Enak!

Tahu isi petis merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur yang populer. Foto: iStock

Selain itu, keahlian kuliner Jawa Timur juga identik dengan rasa pedas. Seperti nasi pecel dari berbagai daerah di Jawa Timur yang rasa bumbunya cenderung pedas ketimbang manis.

Lalu ada nasi tempong khas Banyuwangi yang disajikan dengan kuah tempong pedas. Kata ‘tempong’ sendiri diartikan sebagai ‘tamparan’. Kata itu digunakan untuk menggambarkan rasa pedasnya.

Tak kalah pedas, di Nganjuk ada nasi tumpang. Hidangan ini memiliki bumbu seperti nasi pedas. Untuk bumbunya saja jangan pakai bumbu kacang, tapi bumbunya ditumpangkan.

Nah, bumbu tumpangnya terbuat dari tempe yang difermentasi selama 2-3 hari. Tak hanya makanan, Jawa Timur juga memiliki jajanan khas lengkap dengan es tradisionalnya.

Masakan Jawa Timur yang menggunakan petis. Foto: iStock

Es khas Jawa Timur sebagian besar berupa es campur namun dengan isian yang berbeda di setiap daerah. Seperti di Kabupaten Lamongan yang terkenal dengan es batil.

Batil sendiri berarti roti basah yang dikukus. Nah, itulah roti isi es santan yang manis dan beraroma. Ada juga es dingin siwalan atau lontar yang tak kalah segar.

Nah, di review detikFood kali ini kita akan eksplor kuliner khas Jawa Timur mulai dari Kabupaten Madiun hingga Kabupaten Banyuwangi. Simak terus detikFood!

Baca Juga: Malang Punya Sego Banting Murah hingga Bahan Teh Tukang

Simak videonya “Pecinta Pedas Ayo Berkumpul! Ada Bakmi Setan di Lumajang”
[Gambas:Video 20detik]
(rak/audio)