liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ibu Ini Lapor Duduk Terpisah dengan Anak, Maskapai: Ada Masalah?


Jakarta

Terbang bersama anak-anak bisa menjadi momen yang mengasyikkan, tetapi juga bisa menakutkan. Contohnya ibu ini.

Dilansir dari Star Daily, ibu ini bernama Jennifer Keller. Dia akan pergi ke Delaware di Amerika Serikat.

Ibu ini memesan dua kursi, satu untuk anaknya yang berusia 3 tahun. Anak-anak berusia 2 tahun ke atas harus memiliki kursi penerbangan sendiri.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tetapi pada hari penerbangan, Keller memperhatikan bahwa putranya duduk terpisah darinya. Keller segera mencoba menyelesaikan masalah tersebut melalui pengaturan online.

Sayangnya, masalah tersebut tidak dapat diselesaikan. Keller mencoba saluran layanan pelanggan melalui telepon, hanya untuk memperburuk suasana hatinya.

“Perwakilan maskapai di telepon mengatakan terserah saya untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Keller ingat bahwa agen tersebut memintanya untuk menyelesaikan sendiri masalahnya dengan meminta penumpang lain untuk bertukar tempat duduk dengannya.

Saat boarding tiba, Keller dan putrinya naik ke kabin pesawat dan mencari tempat duduk. Begitu dia mencapai kursi pertama, putrinya menyadari bahwa dia duduk terpisah dari ibunya.

Bayi itu mulai menangis. Keller juga mencoba membuat penumpang di sebelah putrinya bertukar tempat duduk dengannya. Untungnya si penumpang mau berubah meski dengan alasan yang menyakitkan.

“Dia bilang dia tidak ingin mendengar anak saya menangis sepanjang penerbangan,” katanya.

Kisahnya viral, Keller akhirnya mendapat ganti rugi berupa voucher penerbangan sebesar USD 75 atau sekitar Rp 1,1 juta.

Sebenarnya, ini bukan voucher yang diinginkan Keller. Ia berharap maskapai penerbangan memiliki standar baru agar anak di bawah umur tidak terpisah dari orang tua atau walinya.

Bagaimana menurut para pelancong?

Tonton video “Penumpang Maskapai Penerbangan Domestik Tidak Perlu Tes Antigen-PCR, Tapi…”
[Gambas:Video 20detik]
(bulan/wanita)