liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Viral Pesawat AirAsia Overbooked, Penumpangnya Sampai Diseret Keluar


Jakarta

Viral di Facebook, ada penerbangan AirAsia yang overbooked sehingga penumpangnya ditendang dari pesawat. Berikut kronologinya.

Video tersebut ditayangkan oleh Susan Yong. Ia menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Chiang Mai, Thailand.

Susan mengatakan bahwa dia telah memesan tiket liburan ke Chiang Mai di AirAsia sejak April 2022. Dia membeli tiket untuk dirinya sendiri, ibunya, suaminya, dan mertuanya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tepat pada hari H penerbangan, Sabtu (19/11), Susan dan rombongan berangkat menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Namun, sesampainya di konter check-in, Susan sangat terkejut ketika petugas memberitahukan bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi sudah penuh.

Susan diminta naik penerbangan AirAsia ke Chiang Mai keesokan harinya. Tentu saja Susan tidak mau karena mereka sudah lama memesan mobil dan hotel di Chiang Mai.

“Petugas konter kemudian mengatakan dia bisa mengatur penerbangan kami pada jam 20.00. Saya tanya di mana? Mereka menjawab, ‘Bangkok’,” kata Susan seperti dikutip dari SAYS Malaysia, Sabtu (12/3/2022).

Tiket tulisan tangan

Beberapa detik kemudian, tiba-tiba konter check-in AirAsia mengatakan, masalah penerbangan mereka sudah selesai. Susan dan keluarganya diminta untuk mengepak barang bawaan mereka dan naik ke pesawat.

Susan juga diberi tiket tulisan tangan oleh petugas check-in. Tiket tulisan tangan tidak memiliki nomor kursi. Pejabat itu mengatakan, nomor kursi akan diberitahukan ketika mereka sudah memasuki pesawat.

Semuanya berjalan seperti biasa, sampai mereka naik ke pesawat dan menemukan bahwa Susan dan suaminya tidak mendapat tempat duduk.

Petugas di sana menyebut nama Susan dan suaminya masuk dalam daftar ‘No Show’ alias penumpang cadangan yang hanya mendapat tempat duduk jika ada penumpang lain yang tidak hadir dalam penerbangan tersebut.

Pramugari yang bertugas meminta Susan dan suaminya untuk menunggu sementara dia mencoba mencarikan tempat duduk untuk mereka. Namun tiba-tiba, petugas lain datang ke pesawat dan meminta Susan dan suaminya turun dari pesawat.

Dihapus dari Pesawat

Petugas tersebut dengan kasar meminta Susan dan suaminya untuk turun dari pesawat. Dia juga mengancam akan memanggil keamanan untuk mengeluarkan mereka dari pesawat.

“Dia berjalan dari jauh. Sikapnya sangat buruk ketika dia meminta kami untuk turun dari pesawat. Saya terkejut. Dia berkata, ‘Kamu tidak punya tiket, tolong turun dari pesawat sekarang. Kamu tidak bisa berada di sini,'” kata Susan.

Suami Susan tidak terima dengan sikap kasar petugas laki-laki tersebut. Ia pun meminta petugas menjelaskan mengapa ia harus bersikap kasar. Mereka pun berusaha menjelaskan kronologisnya, termasuk tiket tulisan tangan yang diberikan petugas check-in.

Tapi petugas itu ngotot mengatakan, “Nggak tahu ya? Tiketnya tidak valid. Saya sudah jelasin ke kamu, tolong turun dari pesawat sekarang,” kata petugas itu.

Susan dengan tegas menolak. Apalagi, orang tua Susan dan suaminya sudah duduk di pesawat. Mereka takut pesawat akan terbang bersama orang tua mereka yang sudah lanjut usia tanpa ditemani.

Tabrakan telah terjadi. Sebanyak 6-7 petugas keamanan dikerahkan untuk mengawal Susan dan suaminya turun dari pesawat. Namun pada akhirnya, Susan dan seluruh anggota keluarganya keluar dari pesawat dan tidak terbang bersama AirAsia.

“Setelah turun dari pesawat, saya tidak bisa bicara dan hanya bisa menangis,” kata Susan.

Perubahan Penerbangan

Petugas AirAsia akhirnya memindahkan Susan dan keluarganya ke penerbangan keesokan harinya. Mereka juga diberi akomodasi hotel untuk satu malam.

Pada hari yang sama, Susan menerima email bahwa AirAsia telah memberikan kredit sebesar US$100 (sekitar Rp1,5 juta) ke akun AirAsia masing-masing.

Namun, Susan menyatakan tidak menerima ganti rugi tersebut. Dia ingin melaporkan kejadian itu ke polisi Malaysia. Susan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Sementara itu, AirAsia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Tonton Video “Mengapa Tony Fernandes mengundurkan diri sebagai CEO Grup AirAsia X”
[Gambas:Video 20detik]
(perempuan/perempuan)