liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Permintaan Tiket Nataru Tinggi, Armada Pesawat Siap Tidak?


Jakarta

Liburan Natal dan Tahun Baru adalah musim puncak bagi maskapai penerbangan. Mereka perlu menyediakan pesawat yang cukup untuk membawa orang dalam perjalanan.

Sekjen INACA Bayu Sutanto mengatakan permintaan tiket pesawat ke Nataru naik 20 persen dibanding 2021. Rute domestik masih menjadi pilihan.

“Pada musim liburan Nataru, pesawat take off full ke daerah-daerah yang merayakan Natal seperti Medan, Manado, Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta,” kata Bayu saat ditemui detikcom di Park Hyatt, Jakarta pada Rabu (7/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selain rute domestik yang diprediksi ramai, rute internasional juga menerima permintaan penumpang dari Indonesia. Menurut Bayu, destinasi internasional lebih disukai oleh mereka yang tidak merayakan Natal dan memanfaatkan liburan untuk berwisata.

“Saat ini karena China masih tutup, masyarakat memilih ke Australia, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Turki dan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan maskapai siap menghadapi peningkatan permintaan tersebut. “Semuanya sudah siap. (Armada) cukup mengharapkan peningkatan permintaan,” ujarnya.

Di sisi lain, hingga kini Citilink masih berupaya menyiapkan armada untuk Nataru. Vice President Corporate Strategy Citilink Heriyanto mengatakan masih ada pesawat Citilink yang di-grounded.

“Di peak season ini kita harapkan bagus. Tapi masalahnya di bawah banyak pesawat,” ujarnya.

Selama pandemi COVID-19, banyak maskapai penerbangan yang mengandangkan pesawatnya, termasuk Citilink. Hal itu dilakukan karena pemerintah memberlakukan larangan penerbangan dan permintaan penerbangan juga kecil.

Kini dengan kembalinya penerbangan, maskapai penerbangan harus mulai mempersiapkan pesawatnya untuk terbang kembali. Prosesnya tidak mudah karena pesawat harus melalui serangkaian perawatan sebelum siap terbang.

“Kita punya 35 pesawat Airbus A320. Pada peak season kita harapkan ada tambahan 3-4 pesawat karena bengkel pesawat kebanjiran pesanan,” ujarnya.

Namun, Heriyanto memastikan tersedianya pesawat yang cukup untuk penumpang menuju destinasi favorit domestik. “Tentu untuk rute domestik tradisional Denpasar, Medan, rute seperti itu,” ujarnya.

Simak Video “Penerbangan Citilink dari Banjarmasin-Jakarta Emergency Lands di Semarang”
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)