liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Roti Baguette Prancis Masuk ke Daftar Warisan Budaya UNESCO, Ini 5 Faktanya

Jakarta

roti Baguette yang menjadi simbol roti Prancis ini resmi dipilih oleh UNESCO untuk masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda. Inilah 5 Fakta!

Roti baguette adalah salah satu roti Perancis yang paling terkenal. Roti ini sudah dibuat sejak pertengahan abad ke-18 sejak zaman Louis XIV. Roti ini berbentuk panjang dan tebal dengan nama baguette yang artinya stik.

Makanan pokok Prancis ini juga dikenal dengan teksturnya yang panjang dan renyah. Biasanya roti baguette akan disajikan sebagai hidangan pembuka atau sebagai pelengkap hidangan utama.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menariknya, awal pekan ini, para pakar UNESCO yang berkumpul di Maroko memberikan status Warisan Dunia roti ‘Baguette’. Baguette akhirnya diikuti oleh beberapa spesialisasi lain dari negara lain, dari Pizza Neapolitan dari Italia hingga Kimchi dari Korea.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menulis roti baguette sebagai ‘Pengetahuan artisanal dan budaya roti baguette’ bersama dengan tarian ritual Furyu-Odori Jepang kepada master rum ringan Kuba.

Lantas, apa yang membuat roti yang sempat populer di Prancis ini akhirnya resmi masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO? Untuk mengetahui lebih jelas, berikut 5 fakta yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Mengapa Baguette Membutuhkan Status PBB?

Dengan penurunan baguette dalam beberapa tahun terakhir, PBB akhirnya menetapkan roti ini sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Foto: Getty Images

Sebelumnya, dilaporkan bahwa pemerintah Prancis telah mengajukan permintaan agar baguette diterima dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada awal 2021. Hal ini karena popularitas roti tersebut menurun dalam beberapa tahun terakhir, lapor Times of India (01 /12).

Penurunan ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak toko roti Prancis berjuang dengan munculnya supermarket dan meningkatnya popularitas penghuni pertama.

Nampaknya roti baguette merupakan salah satu barang penting bagi bangsa Perancis. Melihat situasi di Prancis, Kementerian Kebudayaan di sana juga mewanti-wanti akan terus merosotnya toko roti tradisional. Telah dilaporkan bahwa sekitar 400 toko roti tutup setiap tahun selama setengah abad terakhir.

Ini akhirnya membuat PBB menyadari nilai roti Prancis. Badan PBB itu akhirnya mengumumkan pencantumannya dalam daftar warisan dunia.

Menurut kepala UNESCO Audrey Azoulay, dimasukkannya baguette dalam daftar warisan UNESCO menandai perayaan gaya hidup Prancis. Audrey Azoulay menggambarkan baguette sebagai ritual harian, elemen gaya dalam makanan, yang sama-sama menggambarkannya sebagai ‘Savoir-faire’ untuk pembuat roti.

2. Sejarah Baguette

Padahal, roti panjang yang populer di Prancis ini diciptakan oleh seorang pembuat roti asal Wina, Austria bernama August Zang. Beliau adalah sosok yang memperkenalkan pemanggangan dengan oven uap pada tahun 1839.

Meski roti ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Prancis, namun belum ada sebutan resminya. Hingga tahun 1920, roti ini tercatat sebagai salah satu jenis roti.

Persetujuan ini baru diberikan setelah peraturan baru menetapkan berat minimal roti harus 80 gram dengan panjang maksimal 40 cm.

Tidak hanya panjang dan berat roti yang diatur, harga baguette hingga tahun 1986 juga ditetapkan. Roti ini terbilang mewah karena dibuat dengan bahan-bahan yang mampu bertahan lebih lama dari jenis roti lainnya.

Baru pada awal abad ke-20 banyak orang Prancis dapat melihat roti Baguette ini dijual di toko roti atau bistro Paris. Popularitasnya terus berkembang hingga baguette menjadi populer di tahun 1960-an dan 1970-an.

Tonton Video “Roti Boikot Korea Selatan Mempengaruhi Pekerja Pabrik Tewas”
[Gambas:Video 20detik]