liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Satu Keluarga Tewas Mengambang di Pantai Kupang, Ini Fakta-faktanya


kerang

3 Mayat Ditemukan Mengambang di Pantai Lalendo, Kupang. Mereka masih keluarga. Mereka bukan turis, tapi pencari ikan. Inilah faktanya:

Kesedihan mendalam dirasakan keluarga besar Ardi Pu’ay (32), Devrit Pu’ay (32), dan Nino Marten Puay (35). Satu keluarga beranggotakan tiga orang ditemukan tewas terapung di Pantai Lalendo, Kupang, NTT, Minggu (27/11/2022).

Mereka berpamitan dengan keluarga untuk mencari ikan pada Sabtu (26/11/2022) sekitar pukul 17.00 WITA. Ardi berboncengan dengan adiknya Devrit, sedangkan Nino, sapaan si kecil, berboncengan sendirian.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Mereka pergi menembak ikan tanpa membawa alat komunikasi apapun yang membuat keluarga korban sulit menghubungi korban yang tak kunjung pulang. Hingga akhirnya pihak keluarga mendapat kabar bahwa ketiganya telah tenggelam dan ditemukan tewas terapung di pantai.

1. Dapatkan berita dari Ketua RT

Istri Ardy, Mery Puay, mengaku menerima kabar kematian suaminya dari Ketua RT 46, Kampung Liliba, Kris Salukh. Saat itu Kris datang ke rumah Mery dan menanyakan apakah suaminya sudah kembali dari melaut.

“Belum saya jawab, ketua RT kemudian memberitahu suami saya bahwa saya mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut. Saya hampir pingsan dan memeluk ketiga anak saya. Saya mengatakan kepadanya bahwa ayah saya telah meninggalkan kami,” kata Mery. sambil menangis histeris saat diwawancarai di kamar jenazah RS Bhayangkara, Kupang, Minggu (27/11/2022).

2. Pesan terakhir Ardy untuk anaknya

Kata Mery, sebelum berangkat nembak ikan, Ardy Puay berpamitan pada anak pertamanya untuk menunggunya pergi nembak ikan. “Tunggu, karena kamu mau pergi tembak ikan di laut untuk kami makan,” kata Merry menirukan perintah terakhir mendiang suaminya.

Namun takdir berkata lain, suaminya pulang dalam keadaan tidak waras dan pamitan adalah pesan terakhir Ardy untuk anaknya. Ardy meninggalkan tiga orang anak.

“Kami memiliki tiga anak, anak pertama berusia 7 tahun, anak kedua berusia 2 tahun 11 bulan, dan anak ketiga berusia 1 tahun,” jelas Mery.

Sedangkan Defrit tidak memiliki anak dan Nino meninggalkan seorang anak berusia 3 tahun. Ketiga korban bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Kupang.

3. Korban Biasa Mencari Ikan

Ketua RT 46, kata Kris, ketiga korban sering pergi menembak ikan di pantai. Menurutnya, mereka terbiasa membaca situasi dan kondisi di lapangan.

Sayangnya, penembakan ikan kali ini merupakan yang terakhir bagi korban. “Saya sangat menyesal. Tapi ini adalah situasi yang tidak terduga,” katanya.

4. Kronologis Kejadian

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan kronologis kejadian ketiga korban hanyut ke Pantai Lalendo. Pihaknya menduga, air laut yang naik saat korban mencari ikan menyebabkan korban tenggelam.

Korban ditemukan tenggelam oleh saksi Andro Hatan dan Bernadus Atin di Pantai Lalendo. Dua mayat ditemukan di dekatnya, mengenakan celana karet hitam.

Mayat di sebelah kiri memakai baju merah bata, sedangkan jenazah di sebelahnya memakai baju garis-garis. Di sebelahnya ada dua kaleng oli merah 10 liter.

Sedangkan satu jenazah lagi ditemukan cukup jauh dari kedua jenazah tersebut. “Ketiganya ditemukan Andro Hatan warga RT 03, RW 05 Kampung Bolok terapung dan tak bernyawa,” kata Arianto.

Setelah ditemukan, korban dipindahkan oleh tim SAR gabungan KPP Kupang, Lantamal VII Kupang, Marinir Kupang, Polres Kupang, Polsek Kupang, Polsek Kupang Barat, BPBD NTT, Tagana Kupang, Relawan K2S, masyarakat dan keluarga korban, ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

Keluarga menerima kematian korban sebagai bencana dan menolak untuk melakukan otopsi. Jenazah ketiga korban akan disemayamkan bersama di rumah Ardy.

—–

Artikel ini telah diposting di detikBali dan selengkapnya dapat dibaca di sini.

Simak Video “Menggerakkan Bayi di Tengah Kapal yang Terbakar di Kupang”
[Gambas:Video 20detik]
(www www)