liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Sekilas tentang Tembok Ratapan, Bangunan Suci Umat Yahudi


Jakarta

Tembok Ratapan adalah bangunan suci yang disakralkan bagi orang Yahudi. Lokasi tembok ini berada di Yerusalem, tepatnya di dekat kawasan Masjid Al Aqsa.

Untuk memasuki Tembok Ratapan, pengunjung harus masuk melalui area Masjid Al Aqsa. Di sepanjang koridor menuju Masjid Al Aqsa, pengunjung dapat melihat orang-orang Yahudi berdoa dengan tangan menyentuh dinding Tembok Besar.

Penasaran dengan sejarah dan fakta menarik tentang Tembok Ratapan? Baca lebih lanjut di bawah ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sejarah Tembok Ratapan

Tembok Ratapan dianggap sebagai bangunan suci karena merupakan sisa tembok Bait Suci Yerusalem yang dibangun oleh Raja Israel, Herodes.

Dilansir britannica.com, sebelum dikenal sebagai Tembok Ratapan, bangunan ini awalnya merupakan bagian dari Temple Mount. Kuil adalah bangunan tempat Tabut Perjanjian berisi 10 perintah Tuhan dalam agama Yahudi.

Sayangnya, bangunan candi ini kemudian hancur akibat pemberontakan melawan kerajaan Romawi. Perang tersebut menghancurkan banyak bangunan termasuk bangunan Bait Suci.

Sisa-sisa bangunan candi ini dikenal dengan nama Tembok Ratapan. Pada awalnya tembok ini dikenal dengan Tembok Ratapan, namun karena orang Yahudi sering berdoa dan meratapi dosa-dosanya di dalam bangunan tersebut, akhirnya bangunan ini dikenal dengan sebutan Tembok Ratapan.

Tembok Ratapan selalu ramai dikerumuni banyak orang, biasanya orang Yahudi akan berdoa sambil menempelkan kertas di dinding Tembok Ratapan. Hal ini karena diyakini doa yang ditulis di atas kertas dan ditempelkan di Tembok Ratapan akan terkabul.

Bangunan ini terbagi menjadi dua bagian, bagian kiri untuk laki-laki dan bagian kanan untuk perempuan. Kedua bagian bangunan dipisahkan oleh dinding partisi. Ini karena orang Yahudi percaya bahwa pria dan wanita tidak bisa berdoa bersama.

Saat mengunjungi Tembok Ratapan, pengunjung biasanya akan diminta untuk mencuci tangan dan menyucikan diri dengan air yang telah disediakan. Selain itu, pengunjung pria juga akan diberikan tudung kecil untuk menutupi kepala. Kerudung ini tidak perlu dikembalikan dan pengunjung dapat membawanya pulang setelah selesai sholat.

Fakta Menarik Tentang Tembok Ratapan

Setelah mengetahui sejarah Tembok Ratapan, simak informasi berikut tentang fakta menarik Tembok Ratapan yang belum banyak diketahui orang.

1. Ketinggian Tembok Ratapan

Dilansir situs embassies.gov.il, Tembok Ratapan awalnya memiliki tinggi sekitar 60 meter atau 200 kaki. Namun setelah hancur, saat ini ketinggian Tembok Ratapan hanya tinggal 19 meter atau sekitar 60 kaki alias sepertiga dari tinggi bangunan aslinya.

2. Ada lebih dari satu juta lembar kertas di Tembok Ratapan

Tembok Ratapan atau Tembok Barat adalah tempat berdoa dan ziarah bagi orang Yahudi. Setiap tahun pengunjung Tembok Ratapan meninggalkan kertas berisi doa tulisan tangan yang diletakkan di antara celah-celah bangunan.

Ada lebih dari satu juta lembar kertas berisi doa kepada Tuhan dan keinginan pribadi terselip di antara batu-batu Tembok Ratapan setiap tahun.

3. Sebagian Besar Bangunan Di Bawah Tanah

Fakta menarik lainnya tentang Tembok Ratapan adalah sebagian besar berada di bawah tanah. Tembok Ratapan terbuat dari batu kapur yang terdiri dari 45 baris. Sebanyak 28 deretan batu bangunan berada di atas tanah dan 17 batu lainnya berada di bawah tanah.

Batu terbesar di Tembok Ratapan memiliki panjang sekitar 13,41 meter dan berat 570 ton.

Sekian, sekian informasi sejarah singkat dan fakta menarik dari Tembok Ratapan untuk menambah pengetahuan tentang bangunan suci dan bersejarah di dunia. Semoga informasi ini bermanfaat.

Simak Video “Hari Pertama Buka Puasa di Masjid Al Aqsa”
[Gambas:Video 20detik]
(inf/inf)