liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Setelah Soto, Tahu Campur Khas Lamongan Menyusul Dipatenkan


Lamongan

Setelah Soto Lamongan dan Sego Boran, kini satu lagi kuliner Lamongan yang diajukan untuk dipatenkan. Ini adalah tahu yang proses patennya sedang diajukan ke Kementerian Kesehatan.

Tahu campur merupakan salah satu kuliner khas Lamongan yang terkenal di seluruh Indonesia. Kuliner ini dipercaya berasal dari Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk. Di desa tersebut juga terdapat pintu selamat datang dengan tulisan ‘Bumi Tahu Campur’.

Tahu campur saja sudah menjadi makanan lengkap. Terdiri dari sup daging sapi yang kenyal, tahu goreng, kue singkong atau lento, tauge segar, selada air tawar, mie kuning dan kerupuk udang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Lamongan berencana mematenkan tahu campur sebagai salah satu produk khas dan unggulannya.

Tahu Campur Lamongan saat ini sedang dalam proses pengajuan hak paten. Foto: Rachman_punyaFOTO

Pendaftaran tahu campur sebagai salah satu khazanah kuliner Lamongan sudah dilakukan ke Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur untuk diteruskan ke Kemenkumham.

“Kami mendaftarkan tahu campur ke Dinas Perindustrian Jatim untuk diteruskan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Yang sudah mendapatkan hak paten adalah Soto Lamongan dan Sego Boran,” kata Andang kepada detikJatim (23/1). .

Menurutnya, butuh waktu lama untuk mendapatkan hak paten. Pasalnya, ada masa penolakan produk yang diajukan, apakah ada daerah lain yang memiliki kuliner serupa.

Zamroni yakin masakan tahu campur Lamongan akan mendapatkan hak paten karena setiap produk yang didaftarkan memiliki ciri khasnya masing-masing.

“Misalnya Nasi Boran, hanya dalam Lamongan dan memiliki keistimewaan tersendiri tentang bumbu dan lauk pauk. Patennya sudah kami terima,” katanya.

Proses pematenan tahu campur ini bertujuan untuk memberdayakan kuliner khas Lamongan. Foto: Eko Sudjarwo

Anang menjelaskan, langkah mematenkan produk masakan Lamongan akan semakin memperkuat keunikan masakan Lamongan sebagai produk unggulan.

Selain keahlian kuliner Lamongan, ia berencana mematenkan Batik Sendang dan Tenun Ikat.

“Ini kami lakukan agar produknya khas Lamongan bisa menjadi ikon tersendiri yang membedakan Lamongan dengan daerah lain,” jelasnya.

Lihat artikel lengkapnya DI SINI.

Simak videonya “Bikin Lapar: Soto Lamongan Porsi Murah Hanya Rp 10.000, Cek!”
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)