liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ternyata, Begini Asal Usul Kata Jancuk Khas Jawa Timur


Surabaya

Kata jancuk identik dengan Surabaya dan Jawa Timur secara keseluruhan. Ternyata inilah asal kata Jancuk.

Kata Jancuk sepertinya melekat pada artis Sudjiwo Tejo. Bahkan ia terang-terangan menyebut dirinya Presiden Jancukers.

Mbah Tedjo sering membahas kata ini dalam penampilannya. Ia pun membuat lagu Jancuk. Berikut cuplikan liriknya:

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Cuckoo, licin, ceroboh,… licin, ceroboh, licin

Kalau lebih mampu tapi lebih sombong, sebut saja dia Jancuk
Kalau kamu lebih mampu tapi lebih sombong tambahin nickname kamu… Jancuk
Maju, jangan lupa mundur, mundur, jangan lupa maju, jangan mundur, kuno, mundur, tidak pernah maju, kuno,…
All podo wae, namanya… Jancuk
Sami mawon, namanya… Jancuk.

Melalui lagu ini, Sudjiwo Tejo seolah ingin menyampaikan bahwa kata jancuk tidak hanya digunakan sebagai hinaan, atau ungkapan kemarahan. Tapi juga ekspresi kebiasaan.

Misalnya dalam konteks meminjam uang. Ketika Anda tidak dapat meminjamkan, Anda dapat mengatakan ‘Saya tidak dapat meminjamkan, saya tidak dapat meminjamkan’. Kalimat seperti itu rasanya pantas diucapkan kepada teman dekat yang ingin meminjam uang. Itu adalah bentuk persahabatan.

Asal kata Jancuk

Mengenai asal kata jancuk, detikJatim mengutip dari repositori Universitas Brawijaya (UB). Prof. Dr. Suyono, M.Pd menjelaskan tentang bahasa kasar yang didalamnya terdapat berbagai kata makian atau makian. Seperti bahasa makian Kota Surabaya yaitu jancuk.

Jancuk terbentuk dari kata dincuk yang kemudian diintegrasikan ke dalam pengucapan. Akar kata dincuk adalah encuk. Biasanya kata tersebut mendapat tambahan kata kuda (kuda).

Dalam bidang etnolinguistik, umpatan tergolong kata yang tabu. Seperti kata-kata yang berhubungan dengan seks dan kotoran.

Kata jakuk terkait dengan seks. Karena dalam masyarakat Jawa Timur, hubungan seksual disebut ngencuk (berhubungan badan).

Versi lain menyebutkan bahwa kata jancuk merupakan gabungan dari dua kata bahasa Jawa, jalok (bertanya) dan diencuk (berhubungan badan). Kata itu terdengar kasar. Oleh karena itu, kata jancuk menjadi kata kotor yang digunakan sebagai umpatan atau umpatan.

Jancuk sepertinya menjadi bahasa khas Surabaya. Saking populernya kata ini, ada beberapa musisi yang menjadikan kata jakuk menjadi sebuah lagu. Dengan hal seperti itu, kata jacuk bukan lagi kata yang kasar. Banyak yang menganggap kata ini sebagai kata khusus yang memiliki banyak arti.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kata jacuk tidak bisa disebutkan di mana-mana. Masyarakat Surabaya kini lebih banyak menggunakan kata tersebut sebagai kata yang umum digunakan.

Bagi sebagian besar warga Surabaya, jancuk adalah kata wajib yang tak lepas dari segala bentuk interaksi yang mereka lakukan. Misalnya: Cuk nandi con? (Di mana chucknya?).

——

Artikel ini pernah dimuat di detikJatim dan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Simak Video “Ahmad Dhani Akan Bawa Keluarganya Sebulan ke AS”
[Gambas:Video 20detik]
(www www)