Viral Pelajar 'Pelat T' Tendang Nenek, Kok Tega? Ini Kemungkinan Pemicunya


Jakarta

Sebuah video viral memperlihatkan pelajar menendang seorang perempuan lanjut usia di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Menurut laporan polisi, nenek tersebut diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Sebab, saat dimintai keterangan, pihak yang bersangkutan tidak bisa memberikan keterangan pasti.

“Masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa memberikan informasi yang akurat tentang apa yang kami butuhkan, maka langkah kami untuk para korban pagi ini adalah melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit sekaligus kami meminta pemeriksaan post mortem dari dokter pemeriksa. ,” kata Kapolres Tapanuli Selatan ( Tapsel) AKBP Imam Zamroni dikutip detikSumut, Minggu (20/11/2022).

Namun, polisi menangkap mahasiswa tersebut.

Apa Kemungkinan Alasan Siswa Mengambil Tindakan Ini?

Menjawab hal tersebut, Psikolog Rosdiana Setyaningrum, Mpsi, MHPEd mengungkapkan, pelaku bisa saja terbiasa melakukan bullying terhadap orang lain. Selain itu, dia juga merasa dirinya lebih kuat karena sekelompok orang, sehingga dia berani mengambil tindakan tersebut.

“Belum tentu dia sendiri berani,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (20/11/2022).

Bagaimana Membudayakan Bahasa yang Baik kepada Orang Tua?

Rosdiana mengungkapkan bahwa kesantunan dan kesopanan bisa dilatih sejak kecil, terutama di usia emas. Ia akan terbiasa bersikap sopan kepada orang lain. Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak berada terutama orang tua.

“Menurut saya, tidak hanya kepada orang yang lebih tua, bagaimana kita harus menanamkan kesantunan kepada setiap orang di antara anak-anak? Setiap orang harus dihormati dan harus dihormati bukan? Itu pada dasarnya menghormati semua orang,” ujarnya.

Menurut Rosdiana, anak-anak dapat dijadikan contoh untuk menghargai dan menghormati orang lain, seperti menyediakan tempat duduk di dalam bus untuk orang tua atau ibu hamil/gendongan, serta memberikan kesempatan kepada orang yang ingin menyeberang jalan.

“Jadi mereka dilatih untuk membiasakan diri dan terus diberi contoh untuk menghargai dan menghormati orang lain. Ilmu itu beda dengan hormat. Kalau sekedar ilmu, belum tentu dilaksanakan, yang penting dasar yang benar-benar harus kita hormati orang lain,” tambahnya. Rosdiana.

Simak Video “Viral ‘Fetish ID Card’ Diduga Penipuan, Kata Dokter Boyke”
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)