liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Wapres Sentil Angka Stunting Tinggi, 'Sia-sia' Kalau Tak Ada Aksi Nyata


Jakarta

Meski menurun, angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni 24,4 persen pada 2021. Setidaknya, dalam dua tahun ke depan prevalensinya bisa ditekan hingga 14 persen.

Pemerintah bersama beberapa sektor melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah kerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.

Pendekatan yang dilakukan mulai dari intervensi gizi hingga pendekatan berbasis keluarga yang berisiko stunting. Risiko stunting mengancam pertumbuhan dan perkembangan anak, berdasarkan data BPS per 2021, dari 273 juta jiwa, 21 juta di antaranya adalah anak-anak.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Mari bekerja sama dan ingin menjadi garda terdepan dalam mengurangi masalah stunting. Tanpa aksi nyata, penurunan stunting hanya ramai wacana di forum diskusi, namun diam dalam implementasi,” jelas Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam agenda BKKBN dan Yayasan Tanoto terkait Forum Stunting Nasional 2022, Selasa (12/6/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya juga telah melakukan kegiatan atau strategi tambahan untuk mengatasi masalah stunting, yaitu membantu keluarga terutama yang berisiko stunting, serta para calon pengantin sebelum mereka menikah. tiba. usia kehamilan.

Sayangnya, penurunan tubuh kerdil dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah melebihi 2 persen. “Pada 2022 diharapkan optimalisasi pengurangan bisa mencapai 3 persen, hingga pada 2024 bisa mencapai 14 persen,” ujar Hasto.

Untuk salah satu programnya yaitu tim family support juga didukung oleh Tanoto Foundation khusus untuk memperluas pelayanan. Hal ini diharapkan dapat secara efektif mengurangi kasus stunting yang tercatat.

”Kami yakin TPK sebagai garda terdepan memiliki peran penting dalam melakukan upaya promotif dan preventif serta memberikan rujukan akses kesehatan,” ujar Yayasan Tanoto ECO Global, dalam agenda yang sama.

Simak Video “Pemerintah Alokasikan Anggaran Untuk Kurangi Stunting Tahun 2022 Rp 25 T”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)