liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
WHO Juga Dulu Bingung soal Masker


Jakarta

Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Peralihan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah yang telah bekerja keras selama tiga tahun. dari berurusan. dengan wabah COVID-19.

Dalam pidato pembukaannya, ia mengatakan bahwa ketika virus Corona mulai menyebar di awal tahun 2020, belum ada standar atau pedoman penanganan COVID-19. Hal ini karena belum ada yang berpengalaman dalam menangani wabah, termasuk World Health Organization (WHO).

“Kita masih ingat waktu WHO pertama kali berkomunikasi, saya tanya ke mereka, Presiden tidak perlu pakai masker dulu, hanya yang pakai masker batuk, itu saja,” kata Jokowi menceritakan pembicaraannya dengan WHO.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kurang dari seminggu semua sudah pakai masker. Mereka bingung, kita juga bingung,” lanjut Kepala Negara.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan telah bermeditasi selama tiga hari untuk memutuskan apakah Indonesia memerlukan jam malam atau tidak karena tidak memiliki pengalaman dalam menangani pandemi. Ketika masyarakat terhindar dari penyakit, masyarakat harus tetap bergerak agar perekonomian dapat terus berjalan saat itu.

“Coba waktu itu misalnya kita putuskan untuk lock down, support saya dua tiga minggu ini masyarakat tidak bisa, tidak ada kemungkinan kecil, semuanya tutup. Negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat harus rusuh. Itu yang sedang kami pikirkan sehingga kami putuskan waktu bukan lockout,” ujarnya lagi.

“Saya merenung selama tiga hari untuk memutuskan apakah kita harus mengunci atau tidak karena saya benar-benar tidak memiliki semua pengalaman tentang hal ini. Ditekankan dari perspektif pandemi, sekaligus ditekankan dari perspektif ekonomi,” pungkas Jokowi.

Simak Video “Update Perkembangan Kasus Covid-19 Jelang Akhir Tahun 2022”
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)